<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0"><channel><atom:link rel="hub" href="http://tumblr.superfeedr.com/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"/><description>http://www.facebook.com/bagas.em
http://twitter.com/bagasmaulana11
bagasmaulana11@gmail.com
This blog is just to share  and enrich our knowledge.

Thanks for dropping in my blog.</description><title>Official Bagas Maulana</title><generator>Tumblr (3.0; @bagasmaulana11)</generator><link>http://bagasmaulana11.tumblr.com/</link><item><title>All About Loving You by Bon Jovi.</title><description>&lt;iframe width="400" height="299" src="http://www.youtube.com/embed/eb1oFIqBVzA?wmode=transparent&amp;autohide=1&amp;egm=0&amp;hd=1&amp;iv_load_policy=3&amp;modestbranding=1&amp;rel=0&amp;showinfo=0&amp;showsearch=0" frameborder="0" allowfullscreen&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;All About Loving You by Bon Jovi.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://bagasmaulana11.tumblr.com/post/44072608772</link><guid>http://bagasmaulana11.tumblr.com/post/44072608772</guid><pubDate>Wed, 27 Feb 2013 01:13:01 +0700</pubDate></item><item><title>Thank You for Loving Me by Bon Jovi.</title><description>&lt;iframe width="400" height="300" src="http://www.youtube.com/embed/0blbYNMBm2M?wmode=transparent&amp;autohide=1&amp;egm=0&amp;hd=1&amp;iv_load_policy=3&amp;modestbranding=1&amp;rel=0&amp;showinfo=0&amp;showsearch=0" frameborder="0" allowfullscreen&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Thank You for Loving Me by Bon Jovi.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://bagasmaulana11.tumblr.com/post/44072544374</link><guid>http://bagasmaulana11.tumblr.com/post/44072544374</guid><pubDate>Wed, 27 Feb 2013 01:11:49 +0700</pubDate></item><item><title>"Don’t look into the mirror to see the future, because all you will see is what behind you."</title><description>““Don’t look into the mirror to see the future, because all you will see is what behind you.””&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; - &lt;em&gt;&lt;em&gt;Bambang Pamungkas&lt;/em&gt;&lt;/em&gt;</description><link>http://bagasmaulana11.tumblr.com/post/22198626085</link><guid>http://bagasmaulana11.tumblr.com/post/22198626085</guid><pubDate>Tue, 01 May 2012 23:47:00 +0700</pubDate></item><item><title>30 Seconds To Mars - This Is War</title><description>&lt;iframe width="400" height="225" src="http://www.youtube.com/embed/Zcps2fJKuAI?wmode=transparent&amp;autohide=1&amp;egm=0&amp;hd=1&amp;iv_load_policy=3&amp;modestbranding=1&amp;rel=0&amp;showinfo=0&amp;showsearch=0" frameborder="0" allowfullscreen&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;p&gt;30 Seconds To Mars - This Is War&lt;/p&gt;</description><link>http://bagasmaulana11.tumblr.com/post/21787546648</link><guid>http://bagasmaulana11.tumblr.com/post/21787546648</guid><pubDate>Wed, 25 Apr 2012 23:33:18 +0700</pubDate></item><item><title>"FREEDOM IS THE GOLDEN BRIDGE TO REACH GOAL."</title><description>““FREEDOM IS THE GOLDEN BRIDGE TO REACH GOAL.””&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; - &lt;em&gt;Ir. Soekarno&lt;/em&gt;</description><link>http://bagasmaulana11.tumblr.com/post/21786061016</link><guid>http://bagasmaulana11.tumblr.com/post/21786061016</guid><pubDate>Wed, 25 Apr 2012 22:57:19 +0700</pubDate></item><item><title>R A M A Y A N A</title><description>&lt;p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;Ramayana &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span&gt;sebenarnya diambil dari ceritera yang benar-benar terjadi di daratan India. Saat itu daratan India dikalahkan oleh India Lautan yang juga disebut tanah Srilangka atau Langka, yang dalam pewayangan disebut Alengka. Tokoh &lt;strong&gt;Rama&lt;/strong&gt; adalah pahlawan negeri India daratan, yang kemudian berhasil menghimpun kekuatan rakyat yang dilukiskan sebagai pasukan kera pimpinan &lt;strong&gt;Prabu&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;Sugriwa&lt;/strong&gt;. Sedang tanah yang direbut penguasa Alengka dilukiskan sebagai &lt;strong&gt;Dewi&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;Sinta&lt;/strong&gt; (dalam bahasa Sanskerta berarti tanah). Dalam penjajahan oleh negeri lain, umumnya segala peraturan negara dan budaya suatu bangsa akan mudah berganti dan berubah tatanan, yang digambarkan berupa kesucian Sinta yang diragukan diragukan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Maka setelah Sinta dibebaskan, ia lantas &lt;strong&gt;pati obong&lt;/strong&gt;, yang artinya keadaan negeri India mulai dibenahi, dengan merubah peraturan dan melenyapkan kebudayaan si bekas penjajah yang sempat berkembang di India. Sebenarnya diambil dari ceritera yang benar-benar terjadi di daratan India. Saat itu daratan India dikalahkan oleh India Lautan yang juga disebut tanah Srilangka atau Langka, yang dalam pewayangan disebut Alengka. Tokoh &lt;strong&gt;Rama&lt;/strong&gt; adalah pahlawan negeri India daratan, yang kemudian berhasil menghimpun kekuatan rakyat yang dilukiskan sebagai pasukan kera pimpinan &lt;strong&gt;Prabu&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;Sugriwa&lt;/strong&gt;. Sedang tanah yang direbut penguasa Alengka dilukiskan sebagai &lt;strong&gt;Dewi&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;Sinta&lt;/strong&gt; (dalam bahasa Sanskerta berarti tanah). Dalam penjajahan oleh negeri lain, umumnya segala peraturan negara dan budaya suatu bangsa akan mudah berganti dan berubah tatanan, yang digambarkan berupa kesucian Sinta yang diragukan diragukan. Maka setelah Sinta dibebaskan, ia lantas &lt;strong&gt;pati obong&lt;/strong&gt;, yang artinya keadaan negeri India mulai dibenahi, dengan merubah peraturan dan melenyapkan kebudayaan si bekas penjajah yang sempat berkembang di India.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Dalam khazanah kesastraan &lt;strong&gt;Ramayana&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;Jawa Kuno&lt;/strong&gt;, dalam versi &lt;strong&gt;kakawin&lt;/strong&gt; (&lt;em&gt;bersumber&lt;/em&gt; &lt;em&gt;dari&lt;/em&gt; &lt;em&gt;karya sastra India abad VI dan VII yang berjudul Ravanavadha/kematian&lt;/em&gt; &lt;em&gt;Rahwana yang disusun oleh pujangga Bhatti dan karya sastranya ini sering disebut&lt;/em&gt; &lt;em&gt;Bhattikavya)&lt;/em&gt; dan versi &lt;strong&gt;prosa&lt;/strong&gt;&lt;em&gt; (mungkin bersumber dari Epos Walmiki kitab terakhir yaitu&lt;/em&gt; &lt;em&gt;Uttarakanda dari India&lt;/em&gt;), secara singkat kisah Ramayana diawali dengan adanya seseorang bernama &lt;strong&gt;Rama&lt;/strong&gt;, yaitu &lt;strong&gt;putra mahkota Prabu Dasarata&lt;/strong&gt; di Kosala dengan ibukotanya Ayodya. Tiga saudara tirinya bernama &lt;strong&gt;Barata&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Laksmana&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;Satrukna&lt;/strong&gt;. Rama lahir dari isteri pertama Dasarata bernama &lt;strong&gt;Kausala&lt;/strong&gt;, Barata dari isteri keduanya bernama &lt;strong&gt;Kaikeyi&lt;/strong&gt; serta Laksmana dan Satrukna dari isterinya ketiga bernama &lt;strong&gt;Sumitra&lt;/strong&gt;. Mereka hidup rukun.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Sejak remaja, Rama dan Laksmana berguru kepada &lt;strong&gt;Wismamitra&lt;/strong&gt; sehingga menjadi pemuda tangguh. Rama kemudian &lt;em&gt;mengikuti sayembara&lt;/em&gt; di Matila ibukota negara Wideha. Berkat &lt;em&gt;keberhasilannya menarik busur pusaka milik&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;Prabu Janaka&lt;/strong&gt;, ia dihadiahi putri sulungnya bernama &lt;strong&gt;Sinta,&lt;/strong&gt; sedangkan Laksmana dinikahkan dengan &lt;strong&gt;Urmila&lt;/strong&gt;, adik Sinta.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Setelah Dasarata tua, Rama yang direncanakan untuk menggantikannya menjadi raja, gagal setelah Kaikeyi mengingatkan janji Dasarata bahwa &lt;em&gt;yang berhak atas tahta adalah Barata dan Rama harus dibuang selama 15 (lima belas) tahun. &lt;/em&gt;Atas dasar janji itulah dengan lapang dada Rama pergi mengembara ke hutan &lt;em&gt;Dandaka&lt;/em&gt;, meskipun dihalangi ibunya maupun Barata sendiri. Kepergiannya itu diikuti oleh Sinta dan Laksmana.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Namun kepergian Rama membuat Dasarata sedih dan akhirnya meninggal. Untuk mengisi kekosongan singgasana, para petinggi kerajaan sepakat mengangkat Barata sebagai raja. Tapi ia menolak, karena menganggap bahwa tahta itu milik Rama, sang kakak. Untuk itu Barata disertai parajurit dan punggawanya, menjemput Rama di hutan. Saat ketemu kakaknya, Barata sambil menangis menuturkan perihal kematian Dasarata dan menyesalkan kehendak ibunya, untuk itu ia dan para punggawanya meminta agar Rama kembali ke Ayodya dan naik tahta. Tetapi Rama menolak serta tetap melaksanakan titah ayahandanya dan tidak menyalahkan sang ibu tiri, Kaikeyi, sekaligus membujuk Barata agar bersedia naik tahta. Setelah menerima sepatu dari Rama, Barata kembali ke kerajaan dan berjanji akan menjalankan pemerintahan sebagai wakil kakaknya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Banyak cobaan yang dihadapi Rama dan Laksmana, dalam pengembaraannya di hutan. Mereka harus menghadapi para raksasa yang meresahkan masyarakat disekitar hutan Kandaka itu. Musuh yang menjengkelkan adalah &lt;strong&gt;Surpanaka&lt;/strong&gt;, raksesi yang menginginkan Rama dan Laksmana menjadi suaminya. Akibatnya, hidung dan telinga Surpanaka dibabat hingga putus oleh Laksmana. Dengan menahan sakit dan malu, Surpanaka mengadu kepada kakaknya, yaitu &lt;strong&gt;Rahwana&lt;/strong&gt; yang menjadi raja raksasa di Alengka, sambil membujuk agar Rahwana merebut Sinta dari tangan Rama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Dengan bantuan &lt;strong&gt;Marica&lt;/strong&gt; yang mengubah diri menjadi &lt;strong&gt;kijang keemasan&lt;/strong&gt;, Sinta berhasil diculik Rahwana dan dibawa ke Alengka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Burung &lt;strong&gt;Jatayu&lt;/strong&gt; yang berusaha menghalangi, tewas oleh senjata Rahwana. Sebelum menghembuskan nafasnya yang terakhir, Jatayu masih sempat mengabarkan nasib Sinta kepada Rama dan Laksmana yang sedang mencarinya.Dalam mencari Sinta, Rama dan Laksamana berjumpa pembesar kera yang bernama &lt;strong&gt;Sugriwa&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;Hanuman&lt;/strong&gt;. Mereka mengikat persahabatan dalam suka dan duka. Dengan bantuan Rama, Sugriwa dapat bertahta kembali di &lt;strong&gt;Kiskenda&lt;/strong&gt; setelah berhasil mengalahkan &lt;strong&gt;Subali&lt;/strong&gt; yang lalim. Setelah itu, Hanuman diperintahkan untuk membantu Rama mencari Sinta. Dengan pasukan kera yang dipimpin &lt;strong&gt;Anggada&lt;/strong&gt;, anak Subali, mereka pergi mencari Sinta.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Atas petunjuk &lt;strong&gt;Sempati,&lt;/strong&gt; kakak Jatayu, mereka menuju ke pantai selatan. Untuk mencapai Alengka, Hanuman meloncat dari puncak gunung &lt;em&gt;Mahendra&lt;/em&gt;. Setibanya di ibukota Alengka, Hanuman berhasil menemui Sinta dan mengabarkan bahwa Rama akan segera membebaskannya. Sekembalinya dari Alengka, Hanuman melapor kepada Rama. Strategi penyerbuan pun segera disusun. Atas saran &lt;strong&gt;Wibisana&lt;/strong&gt;, adik Rahwana yang membelot ke pasukan Rama, &lt;em&gt;dibuatlah jembatan menuju Alengka&lt;/em&gt;. Setelah jembatan jadi, berhamburanlah pasukan kera menyerbu Alengka. Akhirnya, Rahwana dan pasukannya hancur. Wibisana kemudian dinobatkan menjadi raja Alengka, menggantikan kakaknya yang mati dalam peperangan. Yang menarik dan sampai saat ini sangat populer di Jawa, adalah adanya &lt;em&gt;ajaran tentang bagaimana seharusnya seseorang memerintah sebuah&lt;/em&gt; &lt;em&gt;kerajaan atau negara dari Rama kepada Wibisana,&lt;/em&gt; yang dikenaldengan sebutan &lt;strong&gt;ASTHABRATA&lt;/strong&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Setelah berhasil membebaskan Sinta, pergilah Rama dan Sinta serta Laksmana dan seluruh pasukan (termasuk pasukan kera) ke Ayodya. Setibanya di ibukota negera Kosala itu, mereka disambut dengan meriah oleh Barata, Satrukna, para ibu Suri, para punggawa dan para prajurit, serta seluruh rakyat Kosala. Dengan disaksikan oleh mereka, Rama kemudian dinobatkan menjadi raja.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Pada akhir ceritera, ada perbedaan mencolok antara dua versi Ramayana Jawa Kuno. Untuk versi kakawin dikisahkan, bahwa Sinta amat menderita karena tidak segera diterima oleh Rama karena dianggap ternoda. Setelah berhasil membersihkan diri dari kobaran api, Sinta diterimanya. Dijelaskan oleh Rama, bahwa penyucian itu harus dilakukan untuk menghilangkan prasangka buruk atas diri isterinya. Mereka bahagia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Sedangkan di dalam versi prosa, menceritakan bagaimana Rama terpengaruh oleh rakyatnya yang menyangsikan kesucian Sinta. Disini Sinta yang sedang mengandung di usir oleh Rama dari istana. Kelak Sinta melahirkan 2 (dua) anak kembar yaitu &lt;em&gt;Kusha &lt;/em&gt;dan &lt;em&gt;Lawa.&lt;/em&gt; Kemudian kisah ini diahiri dengan ditelannya Sinta oleh Bumi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Kisah Ramayana mempunyai banyak versi dengan berbagai penyimpangan isi cerita, termasuk di India sendiri. Penyebarannya hampir di seperempat penduduk dunia atau minimal di Asia Tenggara. Sedangkan di Indonesia, diketahui sekitar 7 - 8 abad yang lalu, walau sesungguhnya di Indonesia dapat ditemukan jauh lebih dini yaitu sebelum abad 2 Sebelum Masehi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Ramayana dari asal kata &lt;strong&gt;Rama&lt;/strong&gt; yang berarti &lt;strong&gt;menyenangkan; menarik; anggun; cantik;&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;bahagia,&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;Yana&lt;/strong&gt; berarti &lt;strong&gt;pengembaraan&lt;/strong&gt;. Cerita inti Ramayana diperkirakan ditulis oleh Walmiki dari India disekitar tahun 400 SM yang kisahnya dimulai antara 500 SM sampai tahun 200, dan dikembangkan oleh berbagai penulis. Kisah Ramayana ini menjadi kitab suci bagi agama Wishnu, yang tokoh-tokohnya menjadi teladan dalam hidup, kebenaran, keadilan, kepahlawanan, persahabatan dan percintaan, yaitu: Rama, Sita, Leksmana, Sugriwa, Hanuman, Wibisana. Namun disini, kami informasikan tentang Ramayana versi Jawa. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Di zaman Mataram Kuno saat Prabu Dyah Balitung (Dinasti Sanjaya) bertahta, telah ada kitab sastra Ramayana berbahasa Jawa Kuno (Jawa Kawi), tidak menginduk pada Ramayana Walmiki, lebih singkat, memuat banyak ajaran dan katanya berbahasa indah. Di awal abad X sang raja membuat candi untuk pemujaan dewa Shiwa, yaitu &lt;strong&gt;Candi&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;Prambanan&lt;/strong&gt; (candi belum selesai sampai wafatnya raja yang, maka dilanjutkan oleh penggantinya yaitu Prabu Daksa) yang sekaligus menjadi tempat ia dikubur, dengan relief Ramayana namun berbeda dengan isi cerita Ramayana dimaksud.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Ramayana Jawa Kuno memiliki 2 (dua) versi, yaitu &lt;strong&gt;Kakawin dan Prosa&lt;/strong&gt;, yang bersumber dari naskah India yang berbeda, yang perbedaan itu terlihat dari akhir cerita. Selain kedua versi itu, terdapat yang lain yaitu Hikayat Sri Rama, Rama Keling dan lakon-lakon.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Cerita Ramayana semakin diterima di Jawa, setelah melalui pertunjukan wayang (wayang orang, wayang kulit purwa termasuk sendratari). Tapi ia kalah menarik dengan wayang yang mengambil cerita Mahabharata, karena tampilan ceritanya sama sekali tidak mewakili perasaan kaum awam (hanya pantas untuk kaum Brahmana dan Satria) walau jika dikaji lebih mendalam, cerita Ramayana sebenarnya merupakan&lt;strong&gt; simbol perjuangan rakyat&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;merebut kemerdekaan negerinya. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Bahwa cerita Ramayana tidak bisa merebut hati kaum awam Jawa seperti Mahabharata, antara lain disebabkan:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;·&lt;span&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Ceritanya dipenuhi oleh lambang-lambang dan nasehat-nasehat kehidupan para bangsawan dan penguasa negeri, yang perilaku dan tindakannya tidak membaur di hati kaum awam;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;·&lt;span&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Ramayana adalah raja dengan rakyat bangsa kera yang musuhnya bangsa raksasa dengan rakyat para &lt;em&gt;buta breduwak&lt;/em&gt; dan siluman;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;·&lt;span&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Kaum awam memiliki jalan pikiran yang relatif sangat sederhana, dan berharap pada setiap cerita berakhir pada kebahagiaan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Yang menarik sampai saat ini di Indonesia (Jawa) adalah adanya suatu ajaran falsafah yang terdapat di Ramayana, yaitu ajaran Rama terhadap adik musuhnya bernama Gunawan Wibisana yang menggantikan kakaknya, Rahwana, setelah perang di Alengka. Ajaran itu dikenal dengan nama &lt;strong&gt;Asthabrata&lt;/strong&gt;, (astha yang berarti delapan dan brata yang berarti ajaran atau &lt;em&gt;laku&lt;/em&gt;). yang merupakan &lt;strong&gt;ajaran tentang bagaimana seharusnya seseorang memerintah sebuah negara atau kerajaan. &lt;/strong&gt;Ajaran dimaksud yang juga dapat dilihat dalam Diaroma gambar wayang di Museum Purnabakti TMII (1994 M), yaitu&amp;#160;:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;1.&lt;span&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;Bumi&amp;#160;: &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span&gt;artinya sikap pemimpin bangsa harus meniru watak bumi atau &lt;em&gt;momot-mengku &lt;/em&gt;bagi orang jawa, dimana bumi adalah wadah untuk apa saja, baik atau buruk, yang diolahnya sehingga berguna bagi kehidupan manusia;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;2.&lt;span&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;Air&amp;#160;: &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span&gt;artinya jujur, bersih dan berwibawa, obat haus air maupun haus ilmu pengetahuan dan haus kesejahteraan;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;3.&lt;span&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;Api&amp;#160;: &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span&gt;artinya seorang pemimpin haruslah pemberi semangat terhadap rakyatnya, pemberi kekuatan serta penghukum yang adil dan tegas;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;4.&lt;span&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;Angin&amp;#160;: &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span&gt;artinya menghidupi dan menciptakan rasa sejuk bagi rakyatnya, selalu memperhatikan celah-celah di tempat serumit apapun, bisa sangat lembut serta bersahaja dan luwes, tapi juga bisa keras melebihi batas, selalu meladeni alam;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;5.&lt;span&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;Surya&amp;#160;: &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span&gt;artinya pemberi panas, penerangan dan energie, sehingga tidak mungkin ada kehidupan tanpa surya/matahari, mengatur waktu secara disiplin;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;6.&lt;span&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;Rembulan&amp;#160;: &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span&gt;artinya bulan adalah pemberi kedamaian dan kebahagiaan, penuh kasih sayang dan berwibawa, tapi juga mencekam dan seram, tidak mengancam tapi disegani.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;7.&lt;span&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;Lintang&amp;#160;:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span&gt; artinya pemberi harapan-harapan baik kepada rakyatnya setinggi bintang dilangit, tapi rendah hati dan tidak suka menonjolkan diri, disamping harus mengakui kelebihan-kelebihan orang lain;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;8.&lt;span&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;Mendung&amp;#160;: &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span&gt;artinya pemberi perlindungan dan payung, berpandangan tidak sempit, banyak pengetahuannya tentang hidup dan kehidupan, tidak mudak menerima laporan asal membuat senang, suka memberi hadiah bagi yang berprestasi dan menghukum dengan adil bagi pelanggar hukum.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;Prof. Dr. Porbatjaraka&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span&gt;, seorang ahli sejarah dan kebudayaan Jawa, setelah membaca kitab Ramayana Jawa Kuna Kakawin, memberi komentar&amp;#160;: &lt;em&gt;&amp;#8220;Ini&lt;/em&gt; &lt;em&gt;merupakan peninggalan leluhur Jawa, yang sungguh adiluhung, cukup untuk bekal hidup kebatinan&amp;#8221;.&lt;/em&gt; Dalam cakupan luas, pengaruh Ramayana terhadap filsafat hidup Jawa dapat diketahui dari &lt;strong&gt;Sastra Jendra, Sastra Cetha dan Asthabrata&lt;/strong&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Sari dari &lt;strong&gt;Sastra Jendra&lt;/strong&gt; adalah &lt;strong&gt;ilmu/ajaran tertinggi tentang&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;keselamatan, mengandung isi&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;dan nilai Ketuhanan Yang Maha Esa&lt;/strong&gt;. Namun karena ilmu ini bersifat sangat rahasia (tidak disebarluaskan secara terbuka karena penuh penghayatan bathin yang terkadang sulit diterima umum secara rasional), maka tidak mungkin disebar-luaskan secara terbuka. Sebelum seseorang menyerap ilmu ini ia harus mengerti terlebih dahulu tentang mikro dan makro kosmos, sehingga yang selama ini dipaparkan termasuk melalui wayang, hanyalah kulitnya saja. &lt;strong&gt;Sastra&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;Cetha&lt;/strong&gt; (terang) adalah berisi &lt;strong&gt;ajaran tentang peran, sifat dan perilaku&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;raja.&lt;/strong&gt; Sedangkan Asthabrata telah diuraikan tersebut diatas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Kisah Ramayana muncul dalam banyak versi, yaitu antara lain di Vietnam, Kamboja, Laos, Burma, Thailand, Cina, Indonesia maupun di India (tempat asal cerita) sendiri. Menurut Dr.Soewito S. Wiryonagoro, di Indonesia sekurang-kurangnya ada 3 (tiga) versi, yaitu Ramayana Kakawin, yang terlukis dalam relief-relief di dinding candi seperti candi Lorojonggrang Prambanan dan Candi Penataran, dan yang berkembang di masyarakat dalam wujud cerita drama.(wayang kulit, sandiwara dan film).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Ramayana dari asal kata &lt;strong&gt;Rama&lt;/strong&gt; = &lt;strong&gt;menyenangkan/menarik/anggun/cantik/bahagia &lt;/strong&gt;dan &lt;strong&gt;Yana &lt;/strong&gt;berarti &lt;strong&gt;pengembaraan&lt;/strong&gt;., yang kisah tersebut ditulis Walmiki dari India sekitar tahun 400 Sebelum Masehi, berbahasa Sanskerta, yang selanjutnya dikembangkan oleh penulis-penulis lain, sehingga minimal juga ada 3 (tiga) kisah Ramayana versi India.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Di jaman Mataram kuna, saat Prabu Balitung (dinasti Sanjaya) memerintah, telah ada kitab sastra Ramayana dalam bahasa Jawa Kuna (Kawi), yang tidak menginduk pada Ramayana Walmiki.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt; (&lt;em&gt;&lt;span&gt;Source: &lt;a class="smarterwiki-linkify" href="http://karatonsurakarta.blogspot.com/2009/09/ramayana.html"&gt;&lt;a href="http://karatonsurakarta.blogspot.com/2009/09/ramayana.html"&gt;http://karatonsurakarta.blogspot.com/2009/09/ramayana.html&lt;/a&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;)&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!-- more --&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;Another Story&lt;br/&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;D&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span&gt;ikisahkan di sebuah negeri bernama Mantili ada seorang puteri nan cantik jelita bernama Dewi Shinta. Dia seorang puteri raja negeri Mantili yaitu Prabu Janaka. Suatu hari sang Prabu mengadakan sayembara untuk mendapatkan sang Pangeran bagi puteri tercintanya yaitu Shinta, dan akhirnya sayembara itu dimenangkan oleh Putera Mahkota Kerajaan Ayodya, yang bernama Raden Rama Wijaya. Namun dalam kisah ini ada juga seorang raja Alengkadiraja yaitu Prabu Rahwana, yang juga sedang kasmaran, namun bukan kepada Dewi Shinta tetapi dia ingin memperistri Dewi Widowati. Dari penglihatan Rahwana, Shinta dianggap sebagai titisan Dewi Widowati yang selama ini diimpikannya. Dalam sebuah perjalanan Rama dan Shinta dan disertai Lesmana adiknya, sedang melewati hutan belantara yang dinamakan hutan Dandaka, si raksasa Prabu Rahwana mengintai mereka bertiga, khususnya Shinta. Rahwana ingin menculik Shinta untuk dibawa ke istananya dan dijadikan istri, dengan siasatnya Rahwana mengubah seorang hambanya bernama Marica menjadi seekor kijang kencana. Dengan tujuan memancing Rama pergi memburu kijang ‘jadi-jadian&amp;#8217; itu, karena Dewi Shinta menginginkannya. Dan memang benar setelah melihat keelokan kijang tersebut, Shinta meminta Rama untuk menangkapnya. Karena permintaan sang istri tercinta maka Rama berusaha mengejar kijang seorang diri sedang Shinta dan Lesmana menunggui.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;D&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span&gt;alam waktu sudah cukup lama ditinggal berburu, Shinta mulai mencemaskan Rama, maka meminta Lesmana untuk mencarinya. Sebelum meninggalkan Shinta seorang diri Lesmana tidak lupa membuat perlindungan guna menjaga keselamatan Shinta yaitu dengan membuat lingkaran magis. Dengan lingkaran ini Shinta tidak boleh mengeluarkan sedikitpun anggota badannya agar tetap terjamin keselamatannya, jadi Shinta hanya boleh bergerak-gerak sebatas lingkaran tersebut. Setelah kepergian Lesmana, Rahwana mulai beraksi untuk menculik, namun usahanya gagal karena ada lingkaran magis tersebut. Rahwana mulai cari siasat lagi, caranya ia menyamar yaitu dengan mengubah diri menjadi seorang brahmana tua dan bertujuan mengambil hati Shinta untuk memberi sedekah. Ternyata siasatnya berhasil membuat Shinta mengulurkan tangannya untuk memberi sedekah, secara tidak sadar Shinta telah melanggar ketentuan lingkaran magis yaitu tidak diijinkan mengeluarkan anggota tubuh sedikitpun! Saat itu juga Rahwana tanpa ingin kehilangan kesempatan ia menangkap tangan dan menarik Shinta keluar dari lingkaran. Selanjutnya oleh Rahwana, Shinta dibawa pulang ke istananya di Alengka. Saat dalam perjalanan pulang itu terjadi pertempuran dengan seekor burung Garuda yang bernama Jatayu yang hendak menolong Dewi Shinta. Jatayu dapat mengenali Shinta sebagai puteri dari Janaka yang merupakan teman baiknya, namun dalam pertempuan itu Jatayu dapat dikalahkan Rahwana.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;D&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span&gt;isaat yang sama Rama terus memburu kijang kencana dan akhirnya Rama berhasil memanahnya, namun kijang itu berubah kembali menjadi raksasa. Dalam wujud sebenarnya Marica mengadakan perlawanan pada Rama sehingga terjadilah pertempuran antar keduanya, dan pada akhirnya Rama berhasil memanah si raksasa. Pada saat yang bersamaan Lesmana berhasil menemukan Rama dan mereka berdua kembali ke tempat semula dimana Shinta ditinggal sendirian, namun sesampainya Shinta tidak ditemukan. Selanjutnya mereka berdua berusaha mencarinya dan bertemu Jatayu yang luka parah, Rama mencurigai Jatayu yang menculik dan dengan penuh emosi ia hendak membunuhnya tapi berhasil dicegah oleh Lesmana. Dari keterangan Jatayu mereka mengetahui bahwa yang menculik Shinta adalah Rahwana! Setelah menceritakan semuanya akhirnya si burung garuda ini meninggal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;M&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span&gt;ereka berdua memutuskan untuk melakukan perjalanan ke istana Rahwana dan ditengah jalan mereka bertemu dengan seekor kera putih bernama Hanuman yang sedang mencari para satria guna mengalahkan Subali. Subali adalah kakak dari Sugriwa paman dari Hanuman, Sang kakak merebut kekasih adiknya yaitu Dewi Tara. Singkat cerita Rama bersedia membantu mengalahkan Subali, dan akhirnya usaha itu berhasil dengan kembalinya Dewi Tara menjadi istri Sugriwa. Pada kesempatan itu pula Rama menceritakan perjalanannya akan dilanjutkan bersama Lesmana untuk mencari Dewi Shinta sang istri yang diculik Rahwana di istana Alengka. Karena merasa berutang budi pada Rama maka Sugriwa menawarkan bantuannya dalam menemukan kembali Shinta, yaitu dimulai dengan mengutus Hanuman persi ke istana Alengka mencari tahu Rahwana menyembunyikan Shinta dan mengetahui kekuatan pasukan Rahwana.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;T&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span&gt;aman Argasoka adalah taman kerajaan Alengka tempat dimana Shinta menghabiskan hari-hari penantiannya dijemput kembali oleh sang suami. Dalam Argasoka Shinta ditemani oleh Trijata kemenakan Rahwana, selain itu juga berusaha membujuk Shinta untuk bersedia menjadi istri Rahwana. Karena sudah beberapa kali Rahwana meminta dan ‘memaksa&amp;#8217; Shinta menjadi istrinya tetapi ditolak, sampai-sampai Rahwana habis kesabarannya yaitu ingin membunuh Shinta namun dapat dicegah oleh Trijata. Di dalam kesedihan Shinta di taman Argasoka ia mendengar sebuah lantunan lagu oleh seekor kera putih yaitu Hanuman yang sedang mengintainya. Setelah kehadirannya diketahui Shinta, segera Hanuman menghadap untuk menyampaikan maksud kehadirannya sebagai utusan Rama. Setelah selesai menyampaikan maskudnya Hanuman segera ingin mengetahui kekuatan kerajaan Alengka. Caranya dengan membuat keonaran yaitu merusak keindahan taman, dan akhirnya Hanuman tertangkap oleh Indrajid putera Rahwana dan kemudian dibawa ke Rahwana. Karena marahnya Hanuman akan dibunuh tetapi dicegah oleh Kumbakarna adiknya, karena dianggap menentang, maka Kumbakarna diusir dari kerjaan Alengka. Tapi akhirnya Hanuman tetap dijatuhi hukuman yaitu dengan dibakar hidup-hidup, tetapi bukannya mati tetapi Hanuman membakar kerajaan Alengka dan berhasil meloloskan diri. Sekembalinya dari Alengka, Hanuman menceritakan semua kejadian dan kondisi Alengka kepada Rama. Setelah adanya laporan itu, maka Rama memutuskan untuk berangkat menyerang kerajaan Alengka dan diikuti pula pasukan kera pimpinan Hanuman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;S&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span&gt;etibanya di istana Rahwana terjadi peperangan, dimana awalnya pihak Alengka dipimpin oleh Indrajid. Dalam pertempuran ini Indrajid dapat dikalahkan dengan gugurnya Indrajit. Alengka terdesak oleh bala tentara Rama, maka Kumbakarna raksasa yang bijaksana diminta oleh Rahwana menjadi senopati perang. Kumbakarna menyanggupi tetapi bukannya untuk membela kakaknya yang angkara murka, namun demi untuk membela bangsa dan negara Alengkadiraja.Dalam pertempuran ini pula Kumbakarna dapat dikalahkan dan gugur sebagai pahlawan bangsanya. Dengan gugurnya sang adik, akhirnya Rahwana menghadapi sendiri Rama. Pad akhir pertempuran ini Rahwana juga dapat dikalahkan seluruh pasukan pimpinan Rama. Rahmana mati kena panah pusaka Rama dan dihimpit gunung Sumawana yang dibawa Hanuman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;S&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span&gt;etelah semua pertempuran yang dasyat itu dengan kekalahan dipihak Alengka maka Rama dengan bebas dapat memasuki istana dan mencari sang istri tercinta. Dengan diantar oleh Hanuman menuju ke taman Argasoka menemui Shinta, akan tetapi Rama menolak karena menganggap Shinta telah ternoda selama Shinta berada di kerajaan Alengka. Maka Rama meminta bukti kesuciannya, yaitu dengan melakukan bakar diri. Karena kebenaran kesucian Shinta dan pertolongan Dewa Api, Shinta selamat dari api. Dengan demikian terbuktilah bahwa Shinta masih suci dan akhirnya Rama menerima kembali Shinta dengan perasaan haru dan bahagia. Dan akhir dari kisah ini mereka kembali ke istananya masing-masing.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;(&lt;em&gt;Source: &lt;a href="http://candidiy.tripod.com/ramayana.htm"&gt;http://candidiy.tripod.com/ramayana.htm&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;)&lt;br/&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://bagasmaulana11.tumblr.com/post/21126749288</link><guid>http://bagasmaulana11.tumblr.com/post/21126749288</guid><pubDate>Sun, 15 Apr 2012 10:50:00 +0700</pubDate></item><item><title>"Love Is Nothing"</title><description>&lt;p&gt;Love is nothing if only one person feels it,&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Love is nothing if we are selfish,&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Love is nothing if someone feels that he/she is the highest,&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Love is nothing if we&amp;#8217;re ignoring the others,&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Love is nothing if the war keeps going on,&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Love is nothing without unity,&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Love is nothing without you.&lt;/p&gt;</description><link>http://bagasmaulana11.tumblr.com/post/20644561768</link><guid>http://bagasmaulana11.tumblr.com/post/20644561768</guid><pubDate>Sat, 07 Apr 2012 17:33:00 +0700</pubDate></item><item><title>Photo</title><description>&lt;img src="http://25.media.tumblr.com/tumblr_m23u7s0Sfu1rqi59yo1_500.png"/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;</description><link>http://bagasmaulana11.tumblr.com/post/20644403603</link><guid>http://bagasmaulana11.tumblr.com/post/20644403603</guid><pubDate>Sat, 07 Apr 2012 17:23:52 +0700</pubDate></item><item><title>Support KONY2012 !</title><description>&lt;a href="http://youtu.be/Y4MnpzG5Sqc"&gt;Support KONY2012 !&lt;/a&gt;</description><link>http://bagasmaulana11.tumblr.com/post/19182796871</link><guid>http://bagasmaulana11.tumblr.com/post/19182796871</guid><pubDate>Mon, 12 Mar 2012 23:24:43 +0700</pubDate></item><item><title>Patih Sekipu vs Gathutkaca. (Photo by MutiaraTT)</title><description>&lt;img src="http://24.media.tumblr.com/tumblr_m0s4t8kZHA1rqi59yo1_500.jpg"/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;p&gt;Patih Sekipu vs Gathutkaca. &lt;em&gt;(Photo by MutiaraTT)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://bagasmaulana11.tumblr.com/post/19182222099</link><guid>http://bagasmaulana11.tumblr.com/post/19182222099</guid><pubDate>Mon, 12 Mar 2012 23:07:00 +0700</pubDate></item><item><title>Banjara Gathutkaca</title><description>&lt;p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Banjaran is a new kind of story in puppet show. It tells about a journey of life of someone or biography since he/she was born until the death. This time, a performance held in the faculty of medical science on March 3&lt;sup&gt;rd&lt;/sup&gt;, 2012 presented a story of Gathutkaca, Banjararan Gathutkaca. The story was brought by dhalang &lt;strong&gt;Ki Purbo Asmoro&lt;/strong&gt;, a senior &lt;em&gt;dhalang &lt;/em&gt;from Surakarta.&lt;!-- more --&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;The story was begun when Pracana, one of a king on earth, was having a chat with his two servants Togog and Bilung. He told to his servants that he wanted to marry one of the most beautiful fairies in heaven Bethari Supraba, but Togog denied that his employer’s wish wouldn’t be carried out because Pracana is just a creature that lives on earth. It was impossible to marry a fairy who lived in heaven. He insisted to marry Bethari Supraba in spite of Togog’s opinion. Then, he asked Patih Sekipu to go to heaven to deliver his intention. Patih Sekipu went to heaven and after arriving there he was stopped by Bathara Indra. Sekipu told his purpose, but Bathara Indra refused. A battle happened there. After the battle was done, Bathara Indra went to Bathara Guru that Pracana wanted to marry Supraba, if he was not allowed he would ruin the heaven. After that, Bathara Guru ordered Naradha to go down to the earth and gave amulet Kunta to Arjuna.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;In other place, Bima and Arimbi, Jabang Tetuka’s parents, and all of Pandawa with Setyaki were sad because that was exactly one year after Jabang Tetuka’s umbilical couldn’t be cut. Suddenly, the sky turned dark and Naradha came to give amulet called ‘sarung Mastaba’. This amulet was used for cutting the umbilical cord of Jabang Tetuka. Raden Kresna was asked to cut by Naradha. He concentrated and focused on Jabang Tetuka. Finally, he managed to cut the umbilical cord, but the amulet disappeared and fused into Jabang Tetuka’s stomach. Naradha told Bima and Arimbi that their baby would have a super power. Besides, Naradha also told that there was a great battle in heaven and only Jabang Tetuka that could stop it.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Naradha brought Jabang Tetuka up to face Pracana. After arriving, Naradha said to Sekipu if he could kill Jabang Tetuka he was allowed to bring Bethari Supraba to marry. Naradha left Tetuka alone. Sekipu tried to kill the cute baby by punching, biting, and throwing him down. Surprisingly, nothing happened to Tetuka. Sekipu was tired and he gave up trying to kill the baby. He left the baby angrily. Naradha returned and took Tetuka and brought him to see Empu Ramayadi. Naradha asked Ramayadi to make Tetuka became strong. Instead, Ramayadi suggested that Tetuka should be entered to &lt;em&gt;kawah Candradimuka &lt;/em&gt;with the weapons of goddess so that the weapons and Tetuka became one. Finally, Jabang Tetuka was entered into the crater.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Actually, after being entered, Jabang Tetuka suddenly appeared and had changed to be an adult man. He flew toward Naradha and went with him to see Bathara Guru. Naradha told Bathara Guru who he brought was. He said that the name of the man is Gathutkaca, the son of Werkudara and Arimbi. Then he told the weapons he had. Knowing the power of Gathutkaca, Bathara Guru directly ordered Gathutkaca to go to the heaven to defeat Pracana and Sekipu. Gathutkaca left and then he had a battle with Sekipu. Sekipu could be defeated but Pracana came and wandered his ‘right hand’ had been lost. He couldn’t accept his and fought against Gathutkaca. That was a tight battle but in the end Pracana was killed by Gathutkaca.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;In the other place, Lesmana met with Sengkuni and told that he wanted to marry to Pergiwa. Hearing Lesmana’s story Sengkuni made a plan to get Pergiwa. Then, Lesmana sent Durna and Sengkuni to enlist Arjuna. Actually, Arjuna’s family had paired Pergiwa with Gathutkaca. Sengkuni was shocked, but he tried to instigate Arjuna by counting the birthdates of Gathutkaca and Pergiwa. After counting, he thought that if the wedding kept on being carried out their destiny would be bad, the marriage should be considered. Arjuna ordered Abimanyu to go to Jodhipati to tell Bima (Werkudara) about the Javanese counting. Sembadra suddenly stopped her son. She asked Abimanyu not to go to Jodhipati because she didn’t want to make any problem with her brother in law. Arjuna forced Abimanyu to fulfill his order if he was an obey son. Sengkuni was a very treacherous person. He told Arjuna to keep the wedding but with different groom. Arjuna agreed with the plan. Knowing this, Srikandhi, another wife of Arjuna, contended that decision. Arjuna was very stubborn and won’t change his decision.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Meanwhile, Werkudara, Arimbi and Gathutkaca were talking about Gathutkaca’s marriage. Abimanyu slowly came. He looked sad and afraid. Werkudara asked what happened with him. He answered and told about the conversation between his father and Sengkuni. Werkudara was angry hearing that. He got rid Gathutkaca and wasn’t allowed to come back except he was also bringing Pergiwa. Gathutkaca was gone and hesitate, but he believed that he could get Pergiwa. He flew and hid behind the clouds. He meditated to get clue from the goddess. He imagined he was with Pergiwa, grabbing her hands and kissing her. Pergiwa had made him insane. Suddenly he went down and his head hit a mountain. He was really insane now.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Kresna by accident saw Gathutkaca. He came to Gathutkaca and asked what happened with him. Gathutkaca explained his problem. Fortunately, Kresna had the same experience and he told it to Gathutkaca. Kresna gave advice to Gathutkaca in order not to desperate; he had to struggle if he wanted. Gathutkaca thanked to Kresna for the advice. He flew away to see Pergiwa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;In her house, Pergiwa was chatting with her two servants, Limbuk and Cangik. When they were talking Gathutkaca came. He quarreled with Pergiwa because of the misunderstanding. He wanted to suicide, but Pergiwa restrained him. Pergiwa also loved Gathutkaca and didn’t want to be married to Lesmana. Then they decided to run away, but suddenly Lesmana appeared and blocked them. Lesmana commanded Kartamarna to fight against Gathutkaca so that he wasn’t killed. Again and again Gathutkaca could defeat his enemy, but Dursasana came to kill Gathutkaca.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;In the outside, Arjuna wondered with what was happening inside. Sengkuni told him that Gathutkaca wanted to kidnap Pergiwa. Besides that, Abimanyu also went to his uncle to tell Gathutkaca wanted to kidnap Pergiwa but he was arrested by Lesmana. Arjuna then entered and beat Gathutkaca, but he couldn’t oppose because Arjuna is his uncle. After ‘giving lessons’ to Gathutkaca, Arjuna released his nephew.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;The next day, Werkudara, Gathutkaca and two goddesses discussed about Pringgodani kingdom and who would be the next king. They thought Gathutkaca was suitable. In other place, Brajadenta, Brajamusti, Brajalamadan, Brajawikalpa, and Kalabenda talked about Gathutkaca that would be the next king. Brajamusti support Gathutkaca, but Brajadenta disagreed. Then they went. Brajamusti met Gathutkaca, but he flew and saw Brajadenta. Instead, Brajadenta and Gathutkaca fought but Gathutkaca didn’t attack Brajadenta because he was the brother of her mother.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Later, Kresna, Werkudara, and Gathutkaca met Pandhudewanata. Pandhu told that Brajamusti and Brajadenta had entered into Gathutkaca’s left and right hand and that time, Gathutkaca was elected as Prabu Gathutkaca.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;In the same time Kurawa were ready to attack Astina. They sent thousands troops. Pandawa was confused to decide who would face Kurawa. Finally they decided to appoint Gathutkaca. The attack lasted in evening so Kurawa brought torch. Before going to the war, Gathutkaca met his wife, Endang Pergiwa, and his mother in law, Sembadra. In the war, Gathutkaca was attacked continuously, but he kept struggling. While he was flying, Lembusana attacked him using arrow from the ground. He went down and fought against Lembusana. Lembusana finally could be killed. Then he flew again, but Karna with his arrow Wijayadhanu tried to shoot Gathutkaca. Gathutkaca made his twins as many as one thousand to make Karna confused. However, because of the guidance from his father, Karna could find Gathutkaca. He shot the Wijayadhanu arrow and exactly hit Gathutkaca’s stomach. He fell down to the ground. The arrow fused with the case that existed in Gathutkaca’s body. All of Gathutkaca’s powers disappeared and he became a common human being. That was the ending of Gathutkaca’s life.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Gathutkaca had so many problems, whether a problem about himself, a problem with his soul mate Pergiwa, or a problem with his brother about the position in his kingdom, since he was child until he died. He was a great, but unfortunately he died in the young ages.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;img src="http://media.tumblr.com/tumblr_m0s4o5DhEj1r8tfl0.jpg"/&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://bagasmaulana11.tumblr.com/post/19182143519</link><guid>http://bagasmaulana11.tumblr.com/post/19182143519</guid><pubDate>Mon, 12 Mar 2012 23:05:00 +0700</pubDate></item></channel></rss>
